Senin, 02 Mei 2016

Al – Kariim (Maha Dermawan, Maha Pemurah)

                                     Al – Kariim (Maha Dermawan, Maha Pemurah)

Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini ketika hendak tidur dan dilakukan secara rutin, maka Allah akan menanamkan sifat Karim kedalam hati orang – orang arif.
Orang yang membaca yaa Kariim sebanyak 270 kali setiap hari akan terbebas sama sekali dari utang mereka.
Barang siapa membaca astaghfirullaah yaa Kariim sering kali merasa aman dari hukuman Allah dan mengharapkan ampunan-Nya.

Al-Karim adalah salah satu daripada Asma-ul-Husna. Nama ini memberi pengertian istimewa tentang Allah s.w.t. Al-Karim bermaksud:
1: Allah s.w.t Maha Pemurah.
2: Allah s.w.t memberi tanpa diminta.
3: Allah s.w.t memberi sebelum diminta.
4: Allah s.w.t memberi apabila diminta.
5: Allah s.w.t memberi bukan kerana permintaan, tetapi cukup sekadar harapan, cita-cita dan angan-angan hamba-hamba-Nya. Dia tidak mengecewakan harapan mereka.
6: Allah s.w.t memberi lebih baik daripada apa yang diminta dan diharapkan oleh para hamba-Nya.
7: Allah Yang Maha Pemurah tidak kedekut dalam pemberian-Nya. Tidak dikira berapa banyak diberi-Nya dan kepada siapa Dia memberi.
8: Paling penting, demi kebaikan hamba-Nya sendiri, Allah s.w.t memberi dengan bijaksana, dengan cara yang paling baik, masa yang paling sesuai dan paling bermanafaat kepada si hamba yang menerimanya.
Sekiranya para hamba mengenali al-Karim nescaya permintaan, harapan dan angan-angan tidak tertuju kepada yang lain melainkan kepada-Nya. Allah al-Karim menciptakan makhluk dengan kehendak-Nya tanpa ada kaitan dengan sebarang permintaan, cita-cita atau harapan sesiapa pun. Dia menentukan dan menetapkan hukum pada setiap kejadian-Nya dengan kehendak-Nya juga. Dia menyediakan segala keperluan makhluk-Nya dan mempermudahkan makhluk-Nya memperolehi rezeki masing-masing dengan kehendak-Nya juga. Tidak ada sesuatu yang campur tangan dalam urusan-Nya membahagikan kebaikan kepada makhluk-Nya.
Manusia terhijab memandang kepada kemurahan al-Karim oleh sikap mereka sendiri. Mereka menerima sesuatu kebaikan al-Karim sebagai perkara semulajadi sehingga mereka lupa perkara yang mereka anggap sebagai semulajadi itu sebenarnya dijadikan, tidak ada sebarang kebetulan pada urusan Tuhan. Tuhan mengatur sesuatu dengan rapi, kemas dan sempurna, tiada sebarang kecacatan dan tidak ada kebetulan. Pergantian siang dengan malam, perubahan cuaca, keberkesanan sistem sebab-akibat adalah kurniaan al-Karim untuk manfaat makhluk-Nya, tanpa sesiapa meminta Dia berbuat demikian. Sistem perjalanan darah, pernafasan, perkomahan, penghadhaman dan semua yang ada dengan manusia adalah kurniaan al-Karim yang memberi tanpa diminta. Manusia tidur malamnya dan dikejutkan oleh al-Karim pada siangnya tanpa diminta. Al-Karim menaburkan ikan-ikan di laut sebagai makanan manusia tanpa diminta. Al-Karim menurunkan hujan dan menyuburkan pokok-pokok tanpa diminta. Tidak dapat dinilaikan betapa besar dan banyaknya nikmat yang disediakan oleh al-Karim untuk makhluk-Nya tanpa mereka meminta. Makhluk berbangsa manusia adalah yang paling banyak menikmati kemurahan al-Karim.

Untuk menguji keluhuran dan kemuliaan Allah Swt. mari kita coba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah yang mampu menciptakan oksigen di udara yang kita hirup secara gratis sepanjang usia kita? Adakah yang mampu memberikan air yang segar untuk kita minum dan menyuburkan tanaman secara gratis selain Allah? Adakah yang mampu memberikan sinar matahari yang dapat memberikan kita kehangatan, kesehatan dan penerangan sepanjang hidup kita? Adakah yang mampu memberikan dua buah tangan yang dapat melakukan aktivitas seperti yang kita miliki sekarang ini? Adakah yang mampu menciptakan bumi tempat kita menumpang hidup selama ini ? Adakah yang mampu... adakah ... adakah ... Masih banyak lagi nikmat dari Allah Swt. yang tidak akan dapat kita hitung walau dengan bantuan peralatan secanggih apapun, dan tidak ada seorang manusiapun yang bakal mampu menyebutkan semua nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya satu persatu. Renungkanlah semua pemberian Allah tersebut, Semuanya GRATIS ... tis... tis. Allah Swt. tidak meminta apapun kepada kita. Allah Swt. hanya menawarkan kepada kita, jika ingin hidup bahagia dan sejahtera, maka ikutilah aturan-Nya. Tapi jika tidak mau, kita sebagai manusia berhak untuk memilihnya, tapi dengan konsekuensi hidup sesuai pilihan kita masing-masing. Ya Allah, ya Kariim. semua itu menunjukkan kemuliaan dan keluhuran-Mu ya Allah, Ya Kariim. Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi, makhluk kepercayaan Allah untuk memimpin kehidupan di alam semesta ini tentunya harus memiliki sifat seperti yang kita wakili. Sebagai dasarnya Allah telah meniupkan sifat dasar kemuliaan pada qalbu kita. Sudahkah kita sebagai khalifah Allah berperilaku lebih baik dari mahkluk Allah yang lain yang Allah serahkan kepada kita pengelolaannya? Sudahkah kita melebihi matahari dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi udara dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi pohon-pohon di hutan dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi laut, danau dan sungai dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Jika belum, maka sebenarnya kita belum menjadi manusia yang seutuhnya. Karena manusia hakikatnya adalah khalifah. Manusia adalah pemimpin dari alam semesta ini. Kemuliaan yang harusnya melekat dan menjadi sifat manusia sebagai makhluk kepercayaan Allah dimulai dari kesadaran diri kita selaku manusia bahwa kemuliaan hanya akan didapat dengan cara memuliakan yang lain. Jadilah manusia yang seutuhnyanya dengan mempelajari buku panduan pengelolaan alam semesta ini yang dikeluarkan oleh Allah. Apakah buku panduan itu? tak lain dan tak bukan adalah kitab suci Al-Qur’an. Selain itu kita harus terus mendalami hal-hal yang telah disampaikan oleh manusia paripurna, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mempelajari dan mengaplikasikan Al-quran dan Al-Hadist dalam kehidupan ini, akan lahirlah manusia seutuhnya yang memiliki kemuliaan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah Swt. dalam QS At-Tiin/96:4 “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik”

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/12/asmaul-husna-al-karim.html

Untuk menguji keluhuran dan kemuliaan Allah Swt. mari kita coba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah yang mampu menciptakan oksigen di udara yang kita hirup secara gratis sepanjang usia kita? Adakah yang mampu memberikan air yang segar untuk kita minum dan menyuburkan tanaman secara gratis selain Allah? Adakah yang mampu memberikan sinar matahari yang dapat memberikan kita kehangatan, kesehatan dan penerangan sepanjang hidup kita? Adakah yang mampu memberikan dua buah tangan yang dapat melakukan aktivitas seperti yang kita miliki sekarang ini? Adakah yang mampu menciptakan bumi tempat kita menumpang hidup selama ini ? Adakah yang mampu... adakah ... adakah ... Masih banyak lagi nikmat dari Allah Swt. yang tidak akan dapat kita hitung walau dengan bantuan peralatan secanggih apapun, dan tidak ada seorang manusiapun yang bakal mampu menyebutkan semua nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya satu persatu. Renungkanlah semua pemberian Allah tersebut, Semuanya GRATIS ... tis... tis. Allah Swt. tidak meminta apapun kepada kita. Allah Swt. hanya menawarkan kepada kita, jika ingin hidup bahagia dan sejahtera, maka ikutilah aturan-Nya. Tapi jika tidak mau, kita sebagai manusia berhak untuk memilihnya, tapi dengan konsekuensi hidup sesuai pilihan kita masing-masing. Ya Allah, ya Kariim. semua itu menunjukkan kemuliaan dan keluhuran-Mu ya Allah, Ya Kariim. Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi, makhluk kepercayaan Allah untuk memimpin kehidupan di alam semesta ini tentunya harus memiliki sifat seperti yang kita wakili. Sebagai dasarnya Allah telah meniupkan sifat dasar kemuliaan pada qalbu kita. Sudahkah kita sebagai khalifah Allah berperilaku lebih baik dari mahkluk Allah yang lain yang Allah serahkan kepada kita pengelolaannya? Sudahkah kita melebihi matahari dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi udara dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi pohon-pohon di hutan dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi laut, danau dan sungai dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Jika belum, maka sebenarnya kita belum menjadi manusia yang seutuhnya. Karena manusia hakikatnya adalah khalifah. Manusia adalah pemimpin dari alam semesta ini. Kemuliaan yang harusnya melekat dan menjadi sifat manusia sebagai makhluk kepercayaan Allah dimulai dari kesadaran diri kita selaku manusia bahwa kemuliaan hanya akan didapat dengan cara memuliakan yang lain. Jadilah manusia yang seutuhnyanya dengan mempelajari buku panduan pengelolaan alam semesta ini yang dikeluarkan oleh Allah. Apakah buku panduan itu? tak lain dan tak bukan adalah kitab suci Al-Qur’an. Selain itu kita harus terus mendalami hal-hal yang telah disampaikan oleh manusia paripurna, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mempelajari dan mengaplikasikan Al-quran dan Al-Hadist dalam kehidupan ini, akan lahirlah manusia seutuhnya yang memiliki kemuliaan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah Swt. dalam QS At-Tiin/96:4 “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik”

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/12/asmaul-husna-al-karim.html
Untuk menguji keluhuran dan kemuliaan Allah Swt. mari kita coba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah yang mampu menciptakan oksigen di udara yang kita hirup secara gratis sepanjang usia kita? Adakah yang mampu memberikan air yang segar untuk kita minum dan menyuburkan tanaman secara gratis selain Allah? Adakah yang mampu memberikan sinar matahari yang dapat memberikan kita kehangatan, kesehatan dan penerangan sepanjang hidup kita? Adakah yang mampu memberikan dua buah tangan yang dapat melakukan aktivitas seperti yang kita miliki sekarang ini? Adakah yang mampu menciptakan bumi tempat kita menumpang hidup selama ini ? Adakah yang mampu... adakah ... adakah ... Masih banyak lagi nikmat dari Allah Swt. yang tidak akan dapat kita hitung walau dengan bantuan peralatan secanggih apapun, dan tidak ada seorang manusiapun yang bakal mampu menyebutkan semua nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya satu persatu. Renungkanlah semua pemberian Allah tersebut, Semuanya GRATIS ... tis... tis. Allah Swt. tidak meminta apapun kepada kita. Allah Swt. hanya menawarkan kepada kita, jika ingin hidup bahagia dan sejahtera, maka ikutilah aturan-Nya. Tapi jika tidak mau, kita sebagai manusia berhak untuk memilihnya, tapi dengan konsekuensi hidup sesuai pilihan kita masing-masing. Ya Allah, ya Kariim. semua itu menunjukkan kemuliaan dan keluhuran-Mu ya Allah, Ya Kariim. Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi, makhluk kepercayaan Allah untuk memimpin kehidupan di alam semesta ini tentunya harus memiliki sifat seperti yang kita wakili. Sebagai dasarnya Allah telah meniupkan sifat dasar kemuliaan pada qalbu kita. Sudahkah kita sebagai khalifah Allah berperilaku lebih baik dari mahkluk Allah yang lain yang Allah serahkan kepada kita pengelolaannya? Sudahkah kita melebihi matahari dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi udara dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi pohon-pohon di hutan dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi laut, danau dan sungai dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Jika belum, maka sebenarnya kita belum menjadi manusia yang seutuhnya. Karena manusia hakikatnya adalah khalifah. Manusia adalah pemimpin dari alam semesta ini. Kemuliaan yang harusnya melekat dan menjadi sifat manusia sebagai makhluk kepercayaan Allah dimulai dari kesadaran diri kita selaku manusia bahwa kemuliaan hanya akan didapat dengan cara memuliakan yang lain. Jadilah manusia yang seutuhnyanya dengan mempelajari buku panduan pengelolaan alam semesta ini yang dikeluarkan oleh Allah. Apakah buku panduan itu? tak lain dan tak bukan adalah kitab suci Al-Qur’an. Selain itu kita harus terus mendalami hal-hal yang telah disampaikan oleh manusia paripurna, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mempelajari dan mengaplikasikan Al-quran dan Al-Hadist dalam kehidupan ini, akan lahirlah manusia seutuhnya yang memiliki kemuliaan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah Swt. dalam QS At-Tiin/96:4 “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik”

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/12/asmaul-husna-al-karim.html
Untuk menguji keluhuran dan kemuliaan Allah Swt. mari kita coba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah yang mampu menciptakan oksigen di udara yang kita hirup secara gratis sepanjang usia kita? Adakah yang mampu memberikan air yang segar untuk kita minum dan menyuburkan tanaman secara gratis selain Allah? Adakah yang mampu memberikan sinar matahari yang dapat memberikan kita kehangatan, kesehatan dan penerangan sepanjang hidup kita? Adakah yang mampu memberikan dua buah tangan yang dapat melakukan aktivitas seperti yang kita miliki sekarang ini? Adakah yang mampu menciptakan bumi tempat kita menumpang hidup selama ini ? Adakah yang mampu... adakah ... adakah ... Masih banyak lagi nikmat dari Allah Swt. yang tidak akan dapat kita hitung walau dengan bantuan peralatan secanggih apapun, dan tidak ada seorang manusiapun yang bakal mampu menyebutkan semua nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya satu persatu. Renungkanlah semua pemberian Allah tersebut, Semuanya GRATIS ... tis... tis. Allah Swt. tidak meminta apapun kepada kita. Allah Swt. hanya menawarkan kepada kita, jika ingin hidup bahagia dan sejahtera, maka ikutilah aturan-Nya. Tapi jika tidak mau, kita sebagai manusia berhak untuk memilihnya, tapi dengan konsekuensi hidup sesuai pilihan kita masing-masing. Ya Allah, ya Kariim. semua itu menunjukkan kemuliaan dan keluhuran-Mu ya Allah, Ya Kariim. Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi, makhluk kepercayaan Allah untuk memimpin kehidupan di alam semesta ini tentunya harus memiliki sifat seperti yang kita wakili. Sebagai dasarnya Allah telah meniupkan sifat dasar kemuliaan pada qalbu kita. Sudahkah kita sebagai khalifah Allah berperilaku lebih baik dari mahkluk Allah yang lain yang Allah serahkan kepada kita pengelolaannya? Sudahkah kita melebihi matahari dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi udara dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi pohon-pohon di hutan dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Sudahkah kita melebihi laut, danau dan sungai dalam memberi manfaat kepada makhluk Allah yang lain? Jika belum, maka sebenarnya kita belum menjadi manusia yang seutuhnya. Karena manusia hakikatnya adalah khalifah. Manusia adalah pemimpin dari alam semesta ini. Kemuliaan yang harusnya melekat dan menjadi sifat manusia sebagai makhluk kepercayaan Allah dimulai dari kesadaran diri kita selaku manusia bahwa kemuliaan hanya akan didapat dengan cara memuliakan yang lain. Jadilah manusia yang seutuhnyanya dengan mempelajari buku panduan pengelolaan alam semesta ini yang dikeluarkan oleh Allah. Apakah buku panduan itu? tak lain dan tak bukan adalah kitab suci Al-Qur’an. Selain itu kita harus terus mendalami hal-hal yang telah disampaikan oleh manusia paripurna, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mempelajari dan mengaplikasikan Al-quran dan Al-Hadist dalam kehidupan ini, akan lahirlah manusia seutuhnya yang memiliki kemuliaan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah Swt. dalam QS At-Tiin/96:4 “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik”

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/12/asmaul-husna-al-karim.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar